Pentingnya Peranan Keluarga Inti Yang Terdiri dari Ayah, Ibu dan Anak

Pentingnya Peranan Keluarga Inti Yang Terdiri dari Ayah, Ibu dan Anak - Keluarga inti merupakan  sekelompok orang yang terdiri atas ayah, ibu dan anak yang punya hubungan darah lewat ikatan perkawinan dan kelahiran.  Masing-masing dari anggota keluarga inti tersebut punya peranan dan tugasnya masing dalam keluarga.  Simak uraian lengkap mengenai keluarga  di bawah ini.

Pentingnya Peranan Keluarga Inti Yang Terdiri dari Ayah, Ibu dan Anak
Pentingnya Peranan Keluarga Inti Yang Terdiri dari Ayah, Ibu dan Anak


Arti Keluarga 


Menurut KBBI keluarga itu memiliki 4 arti atau makna yaitu pertama terdiri atas  ayah, ibu, anak-anak serta seisi rumah. Kedua orang seisi rumah yang jadi tanggungan. Ketiga artinya  sanak saudara. Keempat satuan kerabat yang paling dasar dalam masyarakat.

Lalu manakah arti yang sebenarnya?  Tentu semuanya bisa jadi benar tergantung dari Anda menggunakan kata keluarga pada konteks seperti apa. Bila digunakan untuk menyebutkan hubungan darah yang luas, maka lebih ke kekerabatan. Sedangkan bila digunakan untuk hubungan yang sedarah yang dekat, maka lebih ke ayah, ibu, dan anak-anak atau keluarga inti.


Ciri-Ciri Dari Keluarga


Sebelum kita bahas pada peranan dari keluarga inti, sebaiknya kita ketahui dulu ciri-ciri dari sebuah keluarga, yaitu:

Satu keluarga terdiri dari  orang-orang yang memiliki hubungan darah atau adopsi.

Semua anggota keluarga hidup bersama-sama dalam satu rumah.

Memiliki satu kesatuan yang saling berinteraksi dan berkomunikasi serta memiliki peranan masing-masing  sebagai suami istri, bapak dan ibu, anak dan saudara.

Mempertahankan budaya  bersama yang sebagian besar didapat dari kebudayaan umum yang luas


Peranan Masing-masing Anggota dari Keluarga Inti


Peranan masing-masing anggota keluarga inti  dapat menggambarkan sifat dan perilaku, aktivitas atau kegiatan yang berkaitan dengan posisinya dalam keluarga. Adapun peranan tersebut yaitu:


1. Ayah

Seorang Ayah merupakan kepala dalam keluarga dan sebagai suami dan ayah dari anak-anaknya. Peran dan tugasnya adalah mencari nafkah untuk pemenuhan kebutuhan anak dan istrinya. Tak hanya itu Ayah juga bertanggung jawab dalam memberikan perlindungan, pendidikan dan rasa nyaman. Ayah juga berperan sebagai anggota dari kelompok sosial dalam masyarakat.


2. Ibu

Seorang ibu adalah istri dan ibu dari anak-anaknya. Tugas dan perannya yang utama ialah mengurus rumah tangga, mendidik, mengasuh serta melindungi anak-anaknya. Ibu juga memiliki peranan sosial dalam lingkungannya,  ibu juga bisa jadi pencari nafkah tambahan guna mencukupi kebutuhan anak-anaknya.


3. Anak

Selanjutnya ada anak yang berperan untuk melakukan psikosial sesuai tingkat perkembangannya baik mental, spiritual, fisik, dan sosial.


Tugas Keluarga Inti


Semua anggota keluarga inti pada dasarnya memiliki 8 pokok tugas yang sama, yaitu:

1. Menjaga sumber daya yang ada dalam keluarga

2. Bersosialisasi antar anggota keluarga

3. Mengatur banyaknya jumlah anggota keluarga

4. Menjaga ketertiban anggota keluarga

5. Menjaga fisik keluarga dan anggota keluarga 

6. Menjalankan tugas anggota sesuai posisinya masing-masing

7. Menempatkan anggota dalam masyarakat yang lebih luas

8. Mendorong semangat para anggota keluarga


Jenis-Jenis Keluarga


Secara umum keluarga dapat dibedakan dalam 3  jenis, yaitu:


1. Keluarga Inti

Yaitu jenis keluarga paling dasar sekaligus paling kecil cakupannya hanya ada ayah, ibu dan anak. Meskipun begitu, keluarga inti ini jadi pemegang peranan paling besar dalam kehidupan tiap orang. 


2. Keluarga Konjugal

Jenis keluarga konjugal yaitu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, anak, dan ditambah dengan orang tua ayah atau ibu (kakek dan nenek). Dibandingkan keluarga inti, cakupan dari keluarga konjugal ini tentu cenderung jauh lebih luas juga lebih kompleks.


3. Keluarga Luas

Yaitu jenis keluarga dengan jumlah anggota yang luas cakupannya dan juga paling besar. Keluarga luas terdiri atas keluarga konjugal yang telah ditambah dengan adanya kerabat seperti kakek, nenek, bibi, paman, bibi, dan anggota keluarga lainnya.


Dan ketiga jenis keluarga ini dibedakan lagi dalam beberapa elemen, yaitu:

1. Berdasarkan Jenis Anggota

Keluarga Inti yaitu keluarga yang terdiri atas  ayah, ibu dan anak.

Keluarga Besar yaitu keluarga inti yang ditambah dengan sanak saudara seperti kakek, nenek, keponakan, dan sebagainya

Keluarga Berantai  yaitu keluarga yang pria dan wanita  yang menikah lebih dari satu kali  yang merupakan satu keluarga inti

Keluarga Duda/Janda yaitu  sebuah keluarga yang ada disebabkan  perceraian atau kematian

Keluarga Berkomposisi yaitu keluarga dengan perkawinan poligami dan hidup bersama.

Keluarga Kabitas yaitu keluarga yang susunanya dua orang yang terjadi tanpa ada pernikahan namun membentuk suatu keluarga.


2. Berdasarkan Jenis Perkawinan

Monogami

Yaitu keluarga yang hanya terdapat satu suami dan satu istri

Poligami

Yaitu keluarga yang terdapat seorang suami dengan lebih dari satu istri.

Poliandri

Yaitu keluarga yang terdapat seorang istri dengan suami lebih dari satu.  


3. Berdasarkan Kekuasaannya

Matriakal yaitu keluarga dimana yang dominan kekuasaan dalam keluarga dipegang pihak ibu.

Patriakal yaitu keluarga dimana yang dominan memegang kekuasaan dalam keluarga dipihak Ayah. 

Equalitarium yaitu keluarga dimana ayah dan ibu menjadi pemegang kekuasaan


4. Berdasarkan Garis Keturunan

Matrilineal

Yaitu sebuah keluarga yang keturunan sedarah yang terdiri atas saudara sedarah dalam beberapa generasi, yang disusun melalui garis keturunan  ibu.

Patrilineal

Yaitu sebuah keluarga yang keturunan sedarah yang terdiri atas saudara sedarah dalam beberapa generasi, yang disusun melalui garis keturunan  Ayah.


5. berdasarkan Tempat Tinggalnya

Matrilokal

Yaitu sebuah keluarga yang terdiri dari suami istri, dan tinggal bersama-sama atau dekat dengan keluarga istri.

Patrilokal

Yaitu keluarga yang terdiri atas suami istri, yang tinggal bersama-sama atau dekat dengan keluarga  suami

Neolokal

Yaitu sebuah keluarga dengan suami istri yang tinggal jauh dari keluarga suami atau istri.


Fungsi Sebuah Keluarga


Dalam keluarga fungsi yang dapat dilaksanakan yaitu:


1. Fungsi Perlindungan

Keluarga berfungsi untuk melindungi anak tindakan atau perlakuan yang tidak baik sehingga merasa aman dan nyaman.


2. Fungsi Pendidikan

Dimana keluarga mampu memberikan pendidikan yang layak dengan menyekolahkannya guna mempersiapkan untuk masa depan anak.


3. Fungsi Perasaan

Fungsi dengan melihat secara intuitif turut merasakan perasaan dan suasana hati anak atau anggota yang lain saat berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama anggota keluarga. Sehingga tumbuh rasa saling pengertian satu sama lain sehingga menciptakan hubungan yang  harmonis dan akur dalam keluarga


4. Fungsi Ekonomi

Fungsi dimana kepala keluarga harus bisa mencari penghasilan, mengatur penghasilan sebaik mungkin sehingga kebutuhan keluarga dapat terpenuhi.


5. Fungsi Biologi

Yaitu fungsi yang mana sebuah keluarga dapat meneruskan keturunan untuk generasi selanjutnya. 


6. Fungsi Fisik

Keluarga harus memberikan keamanan dan kenyamanan untuk perkembangan, pertumbuhan serta pemulihan dari sakit.


7. Fungsi Kasih Sayang

Keluarga juga harus dapat berfungsi memberikan kasih sayang, kenyamanan, perhatian antara keluarga dalam membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.


8. Fungsi Agama

Keluarga harus dapat memperkenalkan dan mengajak anak-anak dan anggota keluarga lainnya dengan bimbingan kepala keluarga dalam menumbuhkan keyakinan untuk kehidupan kini setelah kehidupan di akhirat.


9. Fungsi Lingkungan

Banyak orang yang susah untuk membuang sampah pada tempatnya itu semua berawal dari keluarga yang tidak mengajarkan atau memperhatikan dari hal-hal kecil. Meskipun terlihat masalah sepele, namun tahukah Anda bila banyak orang membuang sampah sembarangan, maka tentu hal ini akan menjadi masalah serius. Di sinilah Keluarga juga turut memiliki kewajiban untuk mengajarkan anggotanya agar menjaga lingkungan tempat tinggalnya. Seperti untuk  menjaga kebersihan lingkungan serta membiasakan membuang sampah pada tempatnya.


10. Fungsi Sosial Budaya 

Indonesia kaya akan suku dan budaya adat istiadat yang harus dilestarikan agar tidak punah. Dan Keluarga sebagai salah satu tempat pertama  seorang anak mengenal dan mencintai budayanya lewat apa yang diajarkan orang tua. Itulah fungsi dan peran keluarga dalam melestarikan budaya.


11. Fungsi Rekreatif

Yaitu fungsi dimana keluarga harus dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga. Seperti menonton TV bersama, bercerita dan sebagainya.


Peran Keluarga Bagi Seorang Anak


Seperti yang telah dibahas di atas dalam satu keluarga  yang terdiri atas ayah, ibu dan anak  punya tugas dan peranannya masing-masing agar kehidupan dalam keluarga dapat berjalan sebagaimana mestinya. Namun bagaimana bila dalam satu keluarga adanya seorang anak dengan kekurangan dan kecacatannya yang artinya itu peran dari keluarga tidak bisa berjalan normal sebagaimana mestinya.

Dalam kasus ini perlunya bagi orang tua untuk berperan mendampingi kecacatan anaknya untuk:

Mendidik

Orang tua harus dapat berperan sebagai pendidik bagi anaknya yang lahir dengan kecacatannya

Melindungi 

Keluarga khususnya orang tua harus dapat melindungi anaknya yang cacat dari perlakuan atau situasi yang dapat mengancam keselamatannya atau pun yang menimbulkan penderitaan bagi sang anak.

Memotivasi

Anak yang memiliki masalah harus mendapat motivasi dan dukungan dari keluarganya khususnya orang tua. Agar anak bisa semangat untuk maju dan berkembang walaupun dengan keterbatasan fisiknya

Melayani

Seorang yang lahir tidak sempurna memiliki keterbatasan dan kelemahan, karena itu orang tua atau anggota keluarga lain harus dapat memberikan pelayanan yang baik pada sang anak. Pelayanan ini dalam hal kebutuhan anak yang bersifat psikis, fisik maupun sosial.

Menemani dan Menghibur 

Keluarga diharapkan dapat menjadi tempat curahan hati dan perasaan sang anak dan mengatasi masalah yang dihadapi sang anak. Menghibur dan menemaninya serta memberikan rasa nyaman pada sang anak.


Keluarga Di Era Globalisasi


Di era globalisasi ini terjadi mekanisme perubahan keluarga yang beragam. Salah satu perubahan yang banyak terjadi adalah perubahan dalam peranan keluarga. Seperti penempatan suami sebagai tulang punggung keluarga yang harus mencari nafkah, namun kini tidak lagi berlaku demikian karena sang istri juga mampu mencari penghasilan dan bahkan bisa memiliki penghasilan yang lebih tinggi dari suami. 


Sebetulnya kondisi seperti ini dapat membuat ketegangan dalam hubungan suami istri. Hingga akhirnya mudah terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Namun sebagian KDRT tersebut dapat diselesaikan dengan baik dengan adanya saling pengertian antara suami dan istri. Tapi ada juga yang tidak dapat diselesaikan dengan cara baik dan memutuskan perceraian jalan terbaik bagi mereka. Dalam hal ini tentu sang anaklah yang jadi korban. Karena perceraian orang tua bisa saja menimbulkan trauma dan depresi bagi sang anak yang tidak menginginkan orang tuanya berpisah.


Tips Menciptakan Kehangatan Dan Kebahagiaan Dalam Keluarga Inti 


Untuk dapat tercipta kehangatan dan kebahagiaan dalam keluarga inti, terapkan tips berikut dalam kehidupan keluarga Anda:


1. Saling Jujur dan Terbuka

Saling terbuka dan jujur dalam keluarga amatlah penting bukan hanya berlaku bagi suami atau istri, tapi anak juga  harus diajarkan untuk bisa terbuka dan jujur pada orangtua. Dengan adanya keterbukaan maka masalah yang dihadapi anggota keluarga pasti akan dapat diatasi dan dihadapi bersama.


2. Bangun Komunikasi Yang Lancar

Salah satu tips untuk menciptakan kehangatan dan keharmonisan dalam keluarga ialah dengan membangun komunikasi yang lancar antar seluruh anggota keluarga. Dengarkan dan pahami apa yang dibutuhkan anak-anak dan pasangan Anda. Jangan sungkan untuk tanyakan pada anak dan pasangan, dengan begitu mereka akan menyampaikan perasaannya. Dengan begitu anak dan pasangan akan merasa dimengerti dan akan menjadikan keluarga sebagai tempat pulang terbaik dan sahabat setiap langkahnya.


3. Hindari Sikap Egois dan Emosional

Setiap manusia punya emosi yang kadang tak dapat terbendung. Seorang ayah atau ibu sebagai contoh dari anak-anaknya harus dapat mengendalikan emosi. Begitu pula dengan  sang anak harus dapat menghormati orang tuanya dengan tidak bersikap marah-marah atau banyak menuntut. Permasalahan apapun dari salah satu anggota keluarga harus dibicarakan dengan baik tanpa emosi.


4. Ciptakan Suasana Positif Di Rumah

Menciptakan suasana yang menyenangkan dan positif dirumah akan membuat anak lebih bahagia dan merasa hangat di tengah keluarganya. Contoh sederhana yang bisa Anda berikan adalah dengan memberikan senyuman pada anak sesering mungkin, hal kecil namun besar pengaruhnya pada sang anak. Sang anak akan meniru ekspresi Anda dengan membalas senyuman. Dengan begitu suasana dalam keluarga pun lebih hangat anak juga akan merasa bahagia dan berpikir ayah ibunya memperhatikan dan menyayanginya.


5. Utamakan Kebersamaan Dalam Keluarga

Mengutamakan atau memprioritaskan waktu bersama anak dibandingkan dengan hal - hal yang tidak penting akan membuat anak merasa lebih dicintai ayah ibunya. Luangkan waktu setidaknya 1 kali dalam seminggu untuk bersama anak - anak dan pasangan Anda. Anda dapat melakukan kegiatan bersama keluarga di dalam dan luar rumah. Dengan begitu akan tercipta kebahagiaan, kehangatan dan keharmonisan dalam keluarga.


6. Terapkan Gaya Hidup Sehat Dalam Keluarga 

Setiap keluarga pasti menginginkan semua anggota keluarganya sehat, Anda bisa lakukan olahraga bersama seperti lari pagi, berenang atau bermain bola dengan anak-anak. Dengan begitu hidup Anda sekeluarga akan lebih sehat dan tercipta keharmonisan dalam keluarga.


7. Pilih Tempat Tinggal Yang Baik Buat Keluarga

Ketika Anda memutuskan untuk membangun sebuah keluarga. Anda harus sudah mempertimbangkan untuk memberikan tempat tinggal yang baik dengan lingkungan yang baik buat Anda dan keluarga kecil Anda.


8. Sadar Akan Hak dan Kewajiban Masing -Masing

Setiap anggota keluarga punya peranan dan tugasnya masing-masing. Hal ini terkait dengan hak dan kewajiban. Ayah dan ibu punya kewajiban dalam memberikan hak pada sang anak. Sedangkan sang anak juga harus dapat menyadari akan hak dan kewajibannya pada orang tua.


9. Hindari Bermain Sosial Media Saat Bersama Keluarga

Bila waktunya kumpul dengan anak dan pasangan luangkan waktu sepenuhnya buat mereka. Hindari bermain ponsel, main game, sosmed atau apapun yang dapat mengganggu suasana kumpul bersama keluarga. Curahkan semua perhatian dan fokus Anda hanya pada anak dan pasangan. Bila perlu matikan ponsel Anda agar momen bersama keluarga tidak terganggu. 


Nah, itulah informasi lengkap mengenai keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak, beserta info keluarga lainnya. Ada pula tips untuk menciptakan kehangatan dan kebahagiaan keluarga kecil, keluarga inti Anda. Semoga bermanfaat. 

LihatTutupKomentar