Hak Ayah Dalam Keluarga

Hak Ayah Dalam Keluarga - Setelah berumah tangga dan diberi keturunan, peran laki-laki di dalam sebuah keluarga bertambah sebagai sosok suami dan ayah bagi anak-anaknya. Demi membangun keluarga yang bahagia, tentu dibutuhkan peran bagi masing-masing anggota keluarga.

Hak Ayah Dalam Keluarga
Hak Ayah Dalam Keluarga


Namun, peran dan kewajiban bagi seseorang juga selalu beriringan dengan hak-hak. Maka dari itu, ada beberapa hak ayah dalam keluarga yang pantas dan memang semestinya bisa beliau dapatkan.


5 Hak Penting Seorang Ayah

Di bawah ini akan dijelaskan beberapa hak yang bisa didapatkan seorang ayah dalam sebuah keluarga. Penasaran? Yuk, simak baik-baik pembahasan berikut.


1. Dipatuhi Sebagai Seorang Pemimpin

Seorang ayah diibaratkan sebagai nahkoda. Bersama dukungan ibu, ayah berperan sebagai penentu arah berlayar bagi keluarganya. Saat sebuah keluarga perlu mengambil keputusan, ayah adalah orang pertama untuk diajak berdiskusi. Hal ini bukan tanpa alasan, karena menurut ilmu psikologi, seorang lelaki cenderung berpikir lebih rasional dibandingkan perempuan. Oleh karena itu, saat ada masalah, seorang ayah berhak diberi tahu sehingga beliau dapat memutuskan hal-hal terkait jalan keluar dan sebagainya. Dan pendapat juga masukan yang baik dari seorang ayah wajib ditaati dan dipatuhi agar masalah dapat segera teratasi.


2. Dipenuhi Kebutuhannya

Sebagai seorang pemimpin, peran ayah tentu tidak luput dari mencukupi kebutuhan keluarganya. Salah satu peran ayah dalam keluarga adalah mencari nafkah agar istri dan anaknya dapat hidup selayaknya. Walaupun bukan hal yang mustahil jika ibu juga bertugas sebagai pencari nafkah, namun ayah sebagai seorang pemimpin wajib bekerja selagi sehat dan mampu. Setelah ayah melaksanakan kewajibannya untuk mencari nafkah, tentu ayah juga berhak mendapatkan hasil dari jerih payahnya. Misalnya, disediakan masakan favorit, disiapkan keperluannya setelah pulang bekerja dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.


3. Dilindungi Oleh Keluarga

Umumnya, selain diberi pemikiran yang lebih rasional dari perempuan, laki-laki juga dianugerahi fisik yang lebih kuat. Oleh karena itu, salah satu peranan penting seorang ayah adalah melindungi keluarganya dari bahaya. Namun ada kalanya ayah juga membutuhkan perlindungan dari anggota keluarga lainnya, misalnya saat ayah jatuh sakit. Tentu ayah berhak dirawat oleh istri dan anak-anaknya hingga sembuh dan dapat melakukan kegiatan seperti sedia kala. Ayah juga berhak mendapatkan dukungan moril jika sedang mendapatkan suatu masalah. Hal-hal tersebut juga merupakan bentuk perlindungan bagi ayah.


4. Dibantu Saat Melakukan Pekerjaan

Selain mencari nafkah di luar rumah, ada kalanya ayah juga harus melakukan beberapa pekerjaan yang ada di rumah. Bahkan ada banyak sosok ayah yang melakukan pekerjaan yang umumnya banyak dikerjakan oleh seorang ibu. Contohnya, ayah bisa memasak, mencuci piring, membereskan rumah. Atau pekerjaan berat lain seperti memperbaiki atap, mengganti lampu dan lain-lain. Selama melakukan pekerjaan ini, ayah berhak untuk mendapatkan bantuan dari anggota keluarga lain yaitu ibu dan anak-anak. Selain cepat selesai, melakukan pekerjaan rumah bersama-sama dapat meningkatkan rasa kompak dalam keluarga.


5. Diajak Berkontribusi Dalam Mendidik Anak-Anak

Walaupun ibu merupakan madrasah utama bagi anak-anaknya, bukan berarti ayah tidak berhak ikut andil dalam pendidikan anak tidak penting lho. Justru, ayah dapat mengajarkan banyak hal pada anak, baik pelajaran akademis maupun non-akademis. Ayah dan ibu sama-sama memiliki kewajiban dan hak untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi pribadi yang baik. Dengan sistem mendidik yang baik, seorang anak dapat menjadi seseorang yang membanggakan bagi agama, orang tua dan negaranya. Melalui kegiatan mendidik juga, ayah juga dapat menciptakan keluarga yang lebih harmonis, saling menghormati dan menghargai satu sama lain. 


Setelah membaca penjelasan dari awal hingga akhir, dapat diketahui bahwa hak ayah dalam keluarga yang layak didapatkan. Bagaimana? Sudahkah Anda paham hak-hak yang dimiliki seorang ayah?


Source:  Bobo

             Gurune

             Dosen Psikologi

             Pop Mama


LihatTutupKomentar